Selasa, 12 Januari 2016

Arsitektur dan Lingkungan

Manusia membangun untuk kehidupan yang lebih baik, pemikiran itu tak akan pernah lepas dari benak manusia.
Namun seiring berjalannya waktu, manusia menjadi lebih serakah dan tidak perduli dengan apa yang ada di sekitarnya, terlalu mementingkan keperluan masing masing, tanpa berfikir dampak apa saja yang akan timbul di sekelilingnya.
Akibatnya Lingkungan lah yang menjadi korban akibat kereakahan manusia, yang mengakibatkan bencana bagi manusia itu sendiri.
Buku ini mengajak kita untuk berfikir lebih sederhana dan mulai peduli terhadap lingkungan sekitar kita.


Arsitektur Biologik
Kehidupan manusia di bagi menjadi dua yaitu, Teknik dan Alam
Dimana dua hal tersebut tak seharusnya terpisahkan, kita perlu menjaga keseimbangan tersebut agar terciptanya keselarasan antara pembangunan dan kelestarian alam kita.
Saat ini perlu kita tahu akan adanya Arsitektur biologik
Membangun dengan Keasrian alam sebagai acuannya
Arsitektur biologik, tidak hanya ramah terhadap lingkugan namun juga menguntungkan bari para penggunanya secara psikologis dan lainnya.
Faktanya, pada saat ini keadaan lingkungan di negara sangat kritis, kurangnya lahan resapan, tandusnya hutan akibat kebakaran, kadar udara yang sangat buruk akibat asap, gundukan sampah tersebar. Manusia tak lagi memikirkan ke asrian lingkungan sekitarnya, hal ini benar benar perlu di ubah dari mind set tiap individu, jika tidak, bumi kita tak akan sanggup lagi menahan kehidupan yang ada diatasnya.
Arsitektur biologik sebgai ilmu penghubung antara manusia dan alam, mewujudkan keharmonisan antara manusia, bangunan dan lingkungan.

Waktu
Perkembangan arsitektur di dunia dipengaruhi oleh beberapa hal, salah satunya waktu dan lingkungannya, manusia yang dulu kurang berwawasan, namun tetap memabangun demi melengkapi kebutuhannya
Seiring berjalannya waktu manusia menjadi lebih cerdas, kebutuhan mereka pun meningkat di imbangi oleh kemampuan mereka, mereka membangun lebih sesuai kebutuhannya.
Sayangnya manusia yang sekarang terlalu mementingkan akan kebutuhannya masing masing, tak melihat, apa saja yang sudah di korbankan dan di rugikan oleh perbuatan mereka
Saatnya kita berhenti dan mulai membangun dengan memperhatikan aspek aspek alam di sekitarnya, agar berkurangnya dan tidak ada lagi kerusakan alam di masa yang akan datang.
Ruang
Manusia di harapkan menciptakan ruang untuk bisa tumbuh dengan alam serta pendukungnya, manusia dengan peradabannya mestinya dewasa ini lebih bijak dalam membangun tidak serta merta mengambil setiap lahan kosong yang ada, hingga akhirnya tidak ada lagi ruang untuk alam bisa tumbuh.
Ukuran
Dalam membangun pasti kita manusia membutuhkan energi untuk mengerjakannya, baik energi untuk mengambil lahan, mengumpulkan bahan bangunan, hingga kemampuan kita sendiri dalam membangun
Arsitektur masa depan harus lebih efesien dengan menggunakan energi yang jauh lebih sedikit, lebih efesien dalam memilih lahan dan menggunakan bahan bangunan demi minimnya kersusakan alam
Alam sudah memiliki sitem perederannya sendiri, yang membuatnya tetap seimbang, namun manusia mempunyai sistem peredaran yang membutuhkan adanya alam, yang bisa merusak keseimbangan alam tersebut
Di harapkan manusia sekarang ini membangun dengan lebih awas terhadap lingkungan sekitarnya, dan tetap mencirikan identitas masing masing yang di ambil dari lingkungan sekitarnya.


Fungsi
Setiap kali kita membangun kini kita tidak boleh hanya memfokuskan bangunan kita pada fungsi utama dan kontruksi bangunan saja, namu juga harus memfokuskan bangunan pada kenyamanan si pengguna dan untuk lingkungan sekitar, demi tercapainya keselarasan bangunan dengan alam.
Dalam membangun sebuah bangunan, harus benar benar dilihat dari segala aspek, mulai dari site, konstruksi, bahan bangunan, bentuk bangunan, ukuran dan proporsi harus aman dan nyaman, serta tidak merusak alam, bahkan ramah pada lingkungan
Site di lihat menyeluruh bantuan ahli ahli agar menguntukan untuk bangunan biologik
Sistem hubungan pada bangunan juga bisa di ambil dari alam, mengambil sebuah analogi dari alam
Hampir bisa di bilang ketika kita merencanakan pembangunan kita bisa selalu terarah pada alam dan lingkungannya
Lingkungan
Setiap bangunan atau kegiatan yang di bentuk oleh manusia pasti akan berdampak pada alam
Bagaimana caranya agar manusia bisa mencegah kerusakan alam, memperbaiki alam yang sudah rusak, meningkatkan kualitas alam yang ada demi kelangsungan hidup manusia itu sendiri
Demi terwujudnya arsitektur biologik, manusia harus se kreatif mungkin menciptakan bangunan yang selaras dengan alam, dengan adanya lingkungan buatan itu di harapkan akan berdampak positif pada alam
Tidak hanya lingkungan alam, namun harus positif juga pada sisi lingkungan sosial dan ekonominya, demi terciptanya bagunan yang sangat ideal



Bahan Bangunan Biologik
Ada 3 jenis bahan bangunan yaitu
·         Bahan bangunan alam yaitu mengambil langsung dari alam
·         Bahan bangunan buatan yaitu kreasi manusia membuat bahan bangunan yang lebih sesuai kebutuhan
·         Bahan bangunan logam yaitu sangat minim akan nilai biologis nya
Bahan bangunan dari alam dapat di perbaharui kembali atau di budidayakan sendiri, agar minimnya kerusakan pada alam
         - Ada beberapa contoh bahan bangunan dari alam yaitu
           Kayu, bambu, rumbia, alang alang dan ijuk
         - Beberapa bahan bangunan yang bisa digunakan kembali yaitu
           Tanah, tanah liat, lempung dan batu alam
         - Beberapa bahan bangunan buatan yaitu
            Bata merah, genting flam dan pres batako

Perencanaan Arsitektur Biologik
Seharusnya kini manusia harus memiliki tujuan ke arah psikologi dan ekologi dalam membangun, tidak hanya melihat dari segi teknik dan ekonominya saja, lebih memerhatikan alam sekitar demi kelestarian alam dan kelangsungan hidup manusia yang lebih baik
Begitu juga dengan bahan bangunan serta konstruksinya
Tak luput juga mulai dari sistem perencanaannya, mulai dari ide sampat ke bentuk bangunannya
Arsitektur tradisional biasanya memang terbentuk beradasarkan lingkungan sekitarnya, karna keterbatasan bahan yang ada di sekitarnya tak menjadikan manusia berhenti membangun, melainkan memanfaatkan yang ada di sekitarnya, namun tak juga merusak alam, kesederhanaan dan kepedulian terhadap alam lah yang menjadi kuncinya
Prospek
Beberapa arsitek di dunia sudah menyadari akan kesenjangan alam dengan pembagunan oleh manusia, mereka mulai berusaha mendekatkannya kembali dengan karya karya ars biologik mereka, berharap setiap individu manusia akan lebih sadar dengan kelestarian alamnya

Di harapkan ketika selesai membaca ini kita menjadi lebih peduli terhadap alam, tetap membangun namun tak luput menjaga kelestarian alam di sekitarnya agar bisa berjalan selaras demi masa depan yang lebih baik.


http://dwyndr.tumblr.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar